Mobil Murah Bag 2 Siap Produksi

SEWA MOBIL SEMARANG -Seperti yang kita ketahui bahwa pemerintah telah membuat program mobil murah bagian 2 yang kali ini lebih tepat sasaran, karena mobil murah tersebut di peruntukkan kepada masyarakat desa dimana mobil tersebut berupa pickup dan double kabin.

Di kutip dari otomotifnet.com bahwa prototype mobil pedesaan sudah jadi. Bahkan sudah ditest jalan 100.000 km. Yakni mobil pedesaan generasi kedua, kabarnya siap diproduksi 2018. Menurut I Made Dana Tangkas, Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI), diharapkan pada perayaan hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2017, prototype mobil pedesaan bisa diluncurkan ke masyarakat.

“Tanggal 17 Agustus 2017 akan kita launching di Istana Negara. Ini pertaruhan kita supaya proyek ini bisa jalan terus,” sebut I Made Dana Tangkas, Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI). Lebih lanjut, Made juga optimis produksi mobil pedesaan generasi kedua bisa terlaksana 2018. “Tahun depan mudah-mudahan bisa diproduksi massal,” ungkap Made Dana Tangkas, Presiden IOI.

Lantas mobil pedesaan generasi ketiga, yang desain mock-upnya sudah tersedia akan diapakan? “Lima mock-up ini generasi ketiga untuk dikembangkan lagi 2018. Untuk produksi, generasi kedua sedang kita persiapkan,” sambung Made. Made menambahkan, hasil dari lomba desain mobil pedesaan ini akan disempurnakan dan dikomparasikan dengan desain generarasi 2 dan 3.

Seperti diketahui, lomba desain mock-up digelar di Expo Industri Kreatif Mobil dan Motor Seni (EIKMMS), di Bali Cerative Industry Center (BCIC), sejak 7-12 Maret 2017. Kelima desain mobil pedesaan tersebut antara lain, Argani Grand Pick Up oleh tim Telkom University, Waprodes-Diesel oleh tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), Gentayu oleh tim Universitas Diponegoro (Undip) dan Modasena oleh tim Universitas Negeri Semarang (Unnes), yang menghadirkan dua mock-up mobil pedesaan.

Desain mock-up mobil pedesaan karya Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) dinobatkan jadi pemenang. Desain karya Muhammad Sukma Wirayudha dan Dika Bayu Prasetyo, dinamakan Waprodes-D, singkatan dari Wahana Pro Desa-Diesel.

Sebenarnya mobil untuk desa tidak jauh konsep modelnya dari model kijang kotak, grand max PU, mega carry PU, karena mengeksplorasi desain kendaraan niaga memang tidak semudah mobil pribadi seperti MPV, city car, hatchback, SUV dan sejenisnya.

Komentar