Berharap LCGC BIsa di Atas 20kpl

RENTAL MOBIL SEMARANG – Di tanah air, kendaraan dengan konsumsi BBM 20 kpl cukup bagus dan tergolong capaian yang maksimal di segmentasi produksi Indonesia, bagaimana tidak? untuk mencapai konsumsi seperti itu perlu adanya keselarasan antara bobot kendaraan, rasio gear, volume mesin, teknologi pada mesin dan berbagai sektor lainnya tetapi tetap mepertahankan harga yang terjangkau.

Lain halnya dengan jepang atau negara maju, disana mobil-mobil imut mampu menghasilkan konsumsi 25kpl, bahkan ada yang bermain di kisaran 30kpl, luar biasa bukan? karena mereka memiliki teknologi yang advance. Katakan saja kapasitas mesin yang sangat kecil tapi di dukung dengan turbo, lalu pengunaan mesin hybrid alias listrik dan lain-lain.

Sepertinya pemerintah larinya akan kesitu, dimana pemerintah akan berusaha menekan konsumsi BBM mobil LCGC yang di harapkan bisa lebih dari 20 kpl, du kutip dari otodriver.com bahwa “Kami dari dari kemenperin menggunakan konsep fuel consumption, artinya LCGC yang jadi cikal bakal sejak 2013 akan tetap dipertahankan dengan tentunya satu liter bisa mencapai 20 km dan bila diharapkan ditingkatkan lagi maka tentunya ada pengembangan baru,” papar I Gusti Putu Suryawirawan, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin dalam seremonial penutupan GIIAS 2017 (19/8).

Sewa luxio APV semarang ungaran demak kendal.

“Dan selanjutnya adalah kendaran yang bisa mencapai fuel consumption yang satu liternya bisa lebih dari 28 Km. Inilah yang kita harapkan di massa mendatang dan di GIIAS mendatang kita akan melihat lebih banyak lagi kendaraan yang ramah lingkungan,” cetus Putu.

Dalam paparannya, Putu menyebut bahwa seluruh pabrikan di Indonesia harus mempercepat kehadiran mobil ramah lingkungan sebab sudah adanya perjanjan untuk komitmen dalam isu pemanasan global.

jasa pembuatan website semarang izzaweb.

“Indonesia sudah menandatangani kesepakatan untuk menurunkan efek rumah kaca sebesar 29 persen pada tahun 2030. Nah, untuk itu kami dari Kementerian Perindustrian khususnya ingin seluruh pegiat di bidang otomotif marilah kita memproduksi dan juga mengembangkan produk-produk ramah lingkungan,” ujarnya.

Jadi pemerintah tidak menghapus LCGC dan tetap mempertahankan aturan LCGC serta bisa jadi ada aturan lagi terkait mobil listrik atau hybrid dengan harga yang lebih terjangkau pastinya. Oke, kita tunggu saja.

Komentar